Tampilkan postingan dengan label Keteladanan Sahabat Nabi Muhammad. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keteladanan Sahabat Nabi Muhammad. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Desember 2010

Nabi Muhammad saw. Pelopor Toleransi Antarumat Beragama

Rasulullah saw. Merupakan benar-benar seorang manusia yang memiliki budi pekerti luhur. Dalam berdakwah, beliau selalu menghormati agama dan kepercayaan orang lain. Setelah Rasulullah hijrah ke Madinah, beliau memberi kebebasan beragama bagi masyarakat setempat dan mengajarkan hidup rukun, berdampingan, saling menghargai, dan saling menghormati walaupun berbeda agama .Perjanjian tersebut diwujudkan dengan perjanjian antara Rasulullah dan Kaum Yahudi. Beliau merupakan manusia pertama yang meletakkan prinsip dasar toleransi atau tasamuh menurut ajaran islam, yaitu “ Bagimu agamamu dan untukkulah agamaku.”

Abu Bakar as-Sidiq Sahabat yang Suka Membebaskan Budak

Abu Bakar dilahirkan di Mekkah dari keturunan Bani Tamim ( At Tamimi ), suku bangsa quraisy. Berdasarkan tarikh islam, ia adalah seorang pedagang, hakim dengan kedudukan tinggi, seorang yang terpelajar serta dipercayai orang sebagai orang yang bisa menafsirkan mimpi. Sebagaimana yang juga dialami oleh para pemeluk islam pada masa awal, ia juga mengalami penyiksaan yang dilakukan oleh penduduk mekah yang mayoritas masih memeluk agama nenek moyang mereka. Namun, penyiksaan terparah dialami oleh mereka yang berasal dari golongan budak. Sementara para pemeluk non budak biasanya masih dilindungi oleh para keluarga dan sahabat mereka, para budak disiksa sekehendak tuannya. Hal ini mendorong Abu Bakar membebaskan para budak tersebut dengan membelinya dari tuannya kemudian memberinya kemerdekaan.

Senin, 13 Desember 2010

Kepahlawanan Sa’ad bin Abi Waqqas

Kepahlawanan Sa’ad bin Abi Waqqas tertulis dengan tinta emas saat memimpin pasukan islam melawan tentara Persia di Qadassiyah. Peperangan ini merupakan salah satu peperangan terbesar umat islam. Bersama 3000 pasukannya, ia berangkat menuju Qadasiyyah. Sebelum memulai peperangan, atas instruksi Khalifah Ummar bin Khattab, Sa’ad mengirim surat kepada kaisar Persia, Yazdagird dan Rustum untuk masuk islam. Delegasi muslim yang pertama berangkat adalah An-nu’man bin Muqarrin yang kemudian mendapat penghinaan dan menjadi bahan ejekan Yasdagird. Untuk mengirim surat kepada Rustum, Sa’ad mengirimkan delegasi yang dipimpin Rubiy bin amir. Kepada Rubiy, Rustum menawarlan segala kemewahan duniawi. Namun ia tidak berpaling dari islam dan menyatakan bahwa Allah swt. Menjanjikan kemewahan lebih baik yaitu surga. Para delegasi muslim kembali setelah kedua pemimpin itu menolak tawaran masuk islam. Melihat hal tersebut, air mata Sa’ad bercucuran karena ia terpaksa harus berperang.

Balasan Meninggalkan Salat

Dalam suatu riwayat diceritakan bahwa pada suatu hari Rasulullah saw sedang duduk bersama para sahabat, kemudian dating seorang pemuda masuk ke dalam masjid dengan menangis. Rasulullah pun berkata, “Wahai orang muda kenapa kamu menangis ?” Berkata orang muda itu,”Ya Rasulullah.,ayah saya telah meninggal dunia dan tidak ada kain kafan dan tidak ada orang yang hendak memandikannya.” Lalu Rasulullah memerintahkan Abu Bakar as-Siddiq dan Umar bin Khatab ikut orang muba itu untuk melihat masalahnya. Setelah mengikuti orang itu, maka Abu Bakar as-Siddiq dan Umar bin Khatab mendapati wajah ayah orang muda itu berubah menjadi babi hitam. Mereka pun kembali dan memberitahu kepada Rasulullah., “ Ya Rasulullah, kami lihat mayat ayah orang ini berubah menjadi babi hutan yang hitam.” Kemudian Rasulullah dan para sahabat pun pergi ke rumah orang muda, dan nabi pun berdoa kepada Allah swt., kemudian mayat itupun berubah menjadi manusia kembali. Lalu Rasulullah dan para sahabat menyalatkan mayat tersebut. Ketika mayat itu hendak dikuburkan, sekali lagi mayat itu berubah menjadi seperti babi hutan yang hitam. Rasulullah pun bertanya kepada pemuda itu, “ Wahai orang muda, apa yang telah dilakukan oleh ayahmu sewaktu dia didunia dulu?” Berkata orang muda itu,” Sebenarnya ayahku ini tidak mau mengerjakan salat.” Kemudian Rasulullah bersabda, “ Wahai para sahabatku, lihatlah keadaan orang yang telah meninggalkan salat. Di hari kiamat nanti akan dibangkitkan oleh Allah , seperti babi hutan yang hitam.”

Ali bin Abi Talib Pintu Masuknya Ilmu Pengetahuan

Pada suatu hari, Rasulullah saw. Berkata kepada para sahabatnya, “ Sudahkah kalian aku beritahukan mengenai amal perbuatan para pahlawan?” Para sahabat bertanya, “ Wahai Rasulullah, apakah amal perbuatan para pahlawan tersebut?” Rasulullah menjawab,” Yaitu mencari ilmu, sebab sesungguhnya ilmu adalah cahaya orang mukmin di dunia dan akhirat. Aku ( Muhammad ) adalah kota ( gudang ) ilmu, sedangkan Ali r.a. adalah pintu masuknya ilmu.